SEJARAH DAN JENIS-JENIS PUSAKA RENCONG ACEH


https://tokopedia.by/agila88/content/84733921
Aceh merupakan salah satu provinsi besar yang ada di Indonesia dan letaknya berada di pulau Sumatera. Ibukota Banda Aceh ini merupakan salah satu kota yang sangat terkenal dengan adat dan juga tradisinya yang unik. Selain terkenal dengan tari Saman nya, Aceh juga terkenal dengan senjata tradisionalnya yaitu Rencong. Senjata tradisional asli Aceh ini memiliki kisah sejarah yang sangat menarik. Oleh karena itu, masyarakat Aceh masih tetap menjaga kelestarian kebudayaan Aceh yang satu ini. Tujuan utama masyarakat melestarikan Rencong adalah agar tidak punah. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika kini jual Rencong Acehlebih mudah ditemukan. Jadi, Rencong juga dapat dimiliki oleh orang-orang yang berada di luar Aceh. Namun tetap saja untuk selalu memperhatikan kualitas dan keasliannya terlebih dahulu sebelum membeli.

Apa itu Rencong?

Rencong adalah salah satu senjata tradisional negara Indonesia yang berasal dari Aceh. Dalam bahasa Aceh, Rencong ini dibaca dengan "Rintjong" yang ditulis ke dalam huruf latin. Rencong merupakan warisan budaya asli dari Suku Aceh. Rencong ini berbentuk seperti sebuah bilah pisau yang tajam. Namun jika dilihat sekilas, Rencong hampir mirip seperti Keris atau pedang. Meskipun begitu, namun tentu saja Rencong ini sangat berbeda dengan Keris ataupun pedang biasa. Desain Rencong adalah perpaduan antara budaya Indonesia dengan Melayu. Hal ini dikarenakan, budaya Melayu di Aceh juga sangat melekat, oleh karena itu tidak heran apabila desain Rencong tidak jauh dari budaya Melayu. Selain itu, desain Rencong juga merupakan hasil inspirasi dari senjata yang digunakan oleh kerajaan-kerajaan Islam yang ada di dunia, terutama Kesultanan Turki. Tidak hanya sebagai senjata tradisional saja, tetapi Rencong juga merupakan simbol yang menggambarkan keberanian, kepahlawanan, pertahanan diri, dan keperkasaan masyarakat Aceh. Selain itu, Rencong juga simbol religius yang melambangkan sebagai jihad atau perang suci yang berpegang teguh pada keyakinan Allah. Oleh karena itu, terdapat ukiran huruf Arab "Bismillah" di bagian gagang yang melengkung, pada bagian sikunya. Bagi Anda yang ingin melihat desainnya dengan detail, maka dapatkan di jual Rencong Acehyang terpercaya.

Sejarah Rencong

Pada awalnya, senjata ini sudah dikenal di abad ke-13 tepatnya pada saat awal munculnya Kesultanan Islam. Rencong ini tidak hanya digunakan oleh para lelaki saja, namun wanita pun juga dapat memilikinya. Hal ini dikarenakan, Rencong merupakan senjata andalan yang selalu diselipkan di pinggang dan dibawa kemana saja. Oleh karena itu, para penjajah dari Portugis tidak berani untuk mendekati warga Aceh.

Di abad ke-13, Rencong sudah terbagi menjadi beberapa tingkatan yang menunjukkan strata masyarakat. Untuk tingkatan tertinggi dimiliki oleh para Raja dan Ratu. Rencong yang dimiliki sangat khusus dan istimewa karena belatinya berbahan dasar emas asli dan untuk sarungnya berasal dari gading. Sedangkan, untuk strata masyarakat bawah memiliki Rencong dengan belati yang terbuat dari besi putih atau kuningan. Sedangkan, untuk sarungnya terbuat dari kayu atau tanduk kerbau. Bahan Rencong untuk masyarakat bawah juga tergantung dengan kemampuan ekonomi yang dimiliki masing-masing.

Setelah itu, Rencong mulai berkembang sesuai dengan zamannya karena adanya hubungan Internasional dengan barat. Negara yang paling berpengaruh adalah Turki. Oleh karena itu, Rencong hampir sama dengan blade yang digunakan para prajurit Turki pada masa Sultan Mahmud dari Kerajaan Ottoman Turki. Selain itu, negara lainnya adalah seperti India, khususnya pada masa Mughal Scimitar di tahun 1610 sampai 1620.

Pada abad ke-18, Pocut Muhammad yang merupakan seorang tokoh pahlawan ini memerintahkan untuk membuat Rencong dalam jumlah yang banyak. Hal ini dikarenakan persediaan baja yang masih menumpuk. Setelah itu di abad ke-19, Rencong merupakan senjata tradisional yang paling berharga karena terdapat ukiran huruf Arab.

Rencong ini digunakan oleh para tokoh pahlawan di Aceh untuk melawan dan menyerang para penjajah dari Belanda dan Portugis. Para kaum pria dan wanita turut serta dalam peperangan ini. Para kaum pria terdiri dari para Sultan, Pang, Pang Sagoe, Laksamana, Teuku, Uleebalang, Teungku Agam, Habib Cut Ampon, Sayed, dan Cut Abang. Sedangkan kaum wanita terdiri dari Syarifah, Teungku Inong, Cut Adoe, Cut Kak, Cut Nyak, dan Cut Putrie. Dalam peperangan dengan Belanda dan Portugis juga mencatat beberapa tokoh pahlawan yang sangat berjasa seperti Panglima Polem, Teungku Umar, Teungku Chik Ditiro, Teungku Fakinah, Pocut Baren, Pocut Meurah Intan, Cut Meutia, Cut Nyak Dhien, dan Laksamana Malahayati. Pahlawan-pahlawan ini disebut dengan Srikandi Aceh. Mereka adalah sosok-sosok yang tidak pernah melepas Rencong dari pinggangnya.

Jenis-Jenis Rencong

Dalam sejarah, Rencong terbagi menjadi 5 jenis. Setiap jenisnya memiliki karakter yang berbeda-beda. Berikut ini adalah 5 jenis Rencong beserta karakteristiknya.

1. Meucugek
Meucugek memiliki arti yaitu perekat. Oleh karena itu, Meucugek dibuat dari bahan yang memiliki fungsi untuk memudahkan para penggunanya ketika senjata akan senjata diarahkan ke tubuh lawan. Meucugek merupakan salah satu jenis Rencong yang paling sering digunakan. Meucugek memiliki ujung yang sangat tajam sehingga akan lebih efektif dalam menusuk atau menikam lawan. Selain itu, gagangnya juga tebal sehingga kuat untuk menahan tangan. Sarung Meucugek ini berwarna putih.

2. Meupucok
Jenis Rencong yang satu ini cukup berbeda dengan jenis lainnya. Pada ujung pisau Meupucok ini dihiasi dengan ukiran-ukiran unik dan terbuat dari emas. Pada umumnya, pisau Meupucok terbuat dari besi tipis, dan juga runcing. Selain itu, gagang senjata ini berbentuk melengkung.

3. Meukuree
Salah satu jenis Rencong dengan keseniannya yang sangat indah adalah Meukuree. Hal ini dikarenakan senjata ini memiliki hiasan-hiasan di sepanjang bajanya yang terlukis indah. Adapun lukisan yang ada diatas senjata ini berupa bunga, lipan, ular, atau hiasan yang lainnya. Meukuree memiliki gagang melengkung yang berwarna hitam dan nyaman ketika digunakan. Sedangkan, untuk sarungnya terbuat dari tanduk kerbau yang sangat kuat.

4. Pudoi
Pudoi merupakan salah satu jenis Rencong yang selalu dianggap proses pembuatannya belum selesai. Hal ini dikarenakan Pudoi memiliki gagang pisau berbentuk lurus dan ukurannya juga pendek. Pudoi adalah suatu istilah yang sering digunakan untuk segala sesuatu yang belum selesai sehingga hasilnya belum sempurna. Pudoi ini lebih mudah digunakan karena ukurannya yang kecil sehingga akan sangat ringan.

5. Hulu Puntong
Jenis Rencong yang terakhir adalah Hulu Puntong. Senjata ini memiliki bentuk yang unik. Gagang Hulu Puntong terbuat dari tanduk kerbau dan sarungnya berbahan dasar kayu. Sedangkan, belati Hulu Puntong ini ditempa dengan logam yang kuat.

Fungsi Rencong

Jika pada zaman dahulu Rencong digunakan untuk menyerang para penjajah, namun saat ini senjata ini biasanya digunakan untuk acara-acara penting seperti pernikahan, Tung Dara Baro, Meugang, Peusijuk, dan masih banyak lagi.

Rencong Kinatah Emas

Rencong Kinatah Emas ini merupakan warisan pada abad ke XV. Gagang dan sarung Rencong ini terbuat dari gading asli. Rencong Kinatah Emas ini memiliki berat 67 gram dan panjang 15,5 cm. Rencong ini adalah peninggalan sejarah yang sangat kuno. Oleh karena itu, Rencong Kinatah Emas ini dapat dijadikan koleksi antik. Apabila Anda ingin memiliki Rencong ini namun masih bingung, cobalah klik di sini sekarang juga. Disini Anda akan menemukan jual Rencong Acehasli dan terpercaya. Rencong Kinatah Emas ini juga memiliki sertifikat resmi dari Museum Pusaka Taman Mini "Indonesia Indah".




https://tokopedia.by/agila88/content/84733921

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rincian Gaji di Viking River Cruise

Arti Kartu Tarot The Fool

Kisah Awalku Bisa Bekerja di Viking River Cruise

Opening Season, Masalah Kontrak dan Gajih Viking River Cruise

Syarat Mendapatkan Surat Rekomendasi Paspor Dari Disnaker

Bagaimana sih Operasional Kerja di Viking River Cruise

Organibee Detox Honey Review

Jual Rencong Aceh Asli dan Berkualitas

Aktivitas Waiter Untuk Kerja Breakfast di Viking River Cruise

Ramuan Minyak Daun Jarak Review